Tampilkan postingan dengan label botol pet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label botol pet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2010

Kiat Memilih Botol Susu Bayi!



BAGI bayi yang minum susu formula, peranan si Botol Susu beserta dot-nya tentu sangat besar. Berilah botol susu dan dot yang sesuai dengan kebutuhan buah hati Anda.

Nah, agar Moms tak bingung memilih, hal-hal di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan! Berikut ulasan dr Rusmala Deviani SpA, dari RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Sesuaikan ukurannyaDi pasaran terdapat berbagai ukuran botol, yang biasanya menyatu dengan dot. Botol kecil berukuran 30-50 ml, botol sedang berukuran 120 ml dan ukuran besar di atas 200 ml. Sesuaikan botol dengan banyaknya kebutuhan asupan susu si kecil setiap harinya.Aman bagi kesehatan

Botol yang terbuat dari bahan gelas lebih awet, tahan lama dan proses sterilisasinya mudah. Hanya saja, botol ini cukup berat hingga kurang nyaman digunakan dan mudah pecah. Berbeda dengan botol plastik, botol ini lebih tahan lama. Bayi pun aman memegang botolnya sendiri.Hindari botol dengan banyak gambar

Sebab, gambar-gambar itu berisiko terkelupas saat disterilisasi dalam air mendidih. Sedangkan botol dengan aksesori, seperti kepala boneka atau mainan boleh saja dijadikan pilihan, selama tak menyulitkan proses sterilisasi atau pemberian susu kepada bayi.Memiliki regulator antisedak

Untuk bayi berusia 0-3 bulan, dapat menggunakan botol susu yang dilengkapi dengan regulator. Regulator merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur aliran susu sesuai dengan irama isapan bayi. Dengan menggunakan regulator maka susu dari botol susu tidak akan mengalir bila tidak dihisap sehingga susu tidak mudah tumpah dan hal ini menghindari bayi tersedak. Dengan regulator maka dapat dihindari dot mengempis secara tiba-tiba dan terhisapnya udara oleh bayi yang dapat membuat bayi menjadi kembung. Sekat ini juga berguna untuk menahan aliran susu jika botol miring/terbalik. Jadi, saat bepergian di mana kita sering menyimpan botol dalam tas, tak ada kekhawatiran lagi air susu akan tumpah.

Botol susu dengan pegangan

Botol Susu jenis ini diperuntukkan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Pada masa tersebut, berilah kesempatan pada si kecil untuk memegang botolnya sendiri. Dengan begitu, selain menikmati susu, kemampuan motoriknya juga akan terlatih.Ukuran dot

Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang yang kecil pula. Demikian juga dengan bayi yang memiliki tubuh sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Misal, bayi kecil diberi dot besar. Atau, bayi besar diberi dot kecil, maka dia akan cepat lelah karena kemampuan isapnya sangat kuat sementara volume air susu yang keluar amat sedikit.

Silikon atau Lateks?

Saat ini terdapat dua bahan dot yang banyak dijual di pasaran, yaitu silikon (umumnya berwarna putih) dan lateks (berwarna kuning). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.

Nah, untuk memilih dot dengan bahan yang mana, kenali dulu refleks isap si kecil. Bila kemampuan mengisapnya cukup kuat, dot silikon bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika refleks isapnya lemah, pilihlah dot karet. Yang pasti, jangan pilih dot dari bahan yang tidak fleksibel dan mudah rusak.

newsains.staf.portalump.net

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Jasa Iklan & Iklan Baris

Senin, 15 Februari 2010

Kiat Cerdas Pilih Botol Susu Yang Aman




Membeli botol susu pasti sering dilakukan para orang tua yang masih memiliki bayi. Biasanya, orang tua membeli botol susu yang yang bermerk cukup terkenal sebagai jaminan kualitas. Padahal, merk terkenal bukan jaminan botol susu tersebut aman bagi si kecil.

Anda harus tahu bahwa sebagian besar botol susu terbuat dari polikarbonat, yaitu plastik kaku yang memiliki potensi melarutkan bisphenol a dalam susu si kecil. Bisphenol a (bpa) telah lama diketahui sebagai penyebab beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan hormon dan obesitas.
National toxicology program (sebuah badan dalam departemen kesehatan amerika serikat yang mengurusi penggunaan bahan kimia pada barang kebutuhan sehari-hari) mengungkapkan ada beberapa permasalahan saraf yang berhubungan dengan perilaku anak, akibat paparan bpa.

Hal itu bisa dihindari dengan memilih botol susu dari bahan plastik yang aman atau botol kaca. Tetapi botol kaca juga memiliki kelemahan karena mudah pecah dan retak. Jika pecah akan sangat berbahaya bagi si kecil. Botol kaca juga mudah pecah atau retak ketika di sterilisasi, dan bisa saja pecahan kaca masuk ke dalam makanan bayi.

Botol susu plastik yang aman untuk si kecil adalah botol yang berlambang #2 hdpe, #4 ldpe and #5 pp. Plastik tersebut dibuat dari polypropylene atau polyethylene yang diketahui tidak melarutkan zat karsinogen, penyebab masalah kesehatan. Untuk mengetahuinya anda tinggal melihat lambang #2, #4 dan #5 yang berada dibagian bawah botol.

Agar botol yang digunakan si kecil aman, selalu sterilkan botol menggunakan air mendidih atau peralatan steril eletronik.
Jika anda menggunakan alat steril botol elektronik, bersihkanlah secara teratur. Periksa juga dot bayi, jika robek segera ganti karena bisa saja robekannya terlepas dan tertelan.


Http://kosmo.vivanews.com