Tampilkan postingan dengan label metode belajar membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metode belajar membaca. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Maret 2010

Yuk, Ajari Si Kecil Membaca !


Perlu diketahui, anak balita tidak belajar membaca menggunakan matanya, melainkan dengan telinganya. Sebagai orang tua, anda dapat membantunya mengenali huruf dengan mengajaknya berbicara, membacakan buku, mendongeng, bernyanyi, atau bermain tebak kata."memang, untuk menumbuhkan rasa suka membaca pada anak, anda harus menjadi contoh baginya," edward fry.
Dalam bukunya berjudul how to teach reading: for teachers, parents, tutors, edward fry mengatakan, tidak ada yang lebih baik untuk melatih kecerdasan balita kecuali dengan belajar membaca. Karena untuk mengasah otak mereka, pengenalan huruf dan angka sangatlah penting dilakukan para orang tua.
Bahkan, dengan sangat yakinnya, fry mengatakan, mengajarkan anak belajar membaca tidak membutuhkan waktu lama hingga si anak duduk di bangku sekolah. Sejak dini usianya, anak-anak sudah dapat ditularkan nikmatnya membaca. Karena, fry bilang, seorang anak yang tumbuh dengan rasa nikmat dan senang membaca akan lebih cepat memperdalam ilmunya ketimbang yang malas membaca.
Namun toh, fry sadar, tidak selalu mudah untuk bisa mengajar balita membaca. Bagaimana caranya? Fry menggariskan beberapa tips ringan berikut ini:
- dalam perkembangannya, mulai sejak lahir hingga berusia tiga tahun, anak anda lebih mendengarkan kata-kata yang anda dan lingkungan sekitarnya ucapkan sampai akhirnya dia bisa belajar berbicara, membalas sapaan, mendengar dan mengikuti perintah, dan sebagainya. Dari situlah bisa anda camkan, bahwa sebelum mulai bersekolah pun, anda bisa membantunya menyiapkan diri untuk bisa membaca.
- teguhkan prinsip, bahwa semakin banyak buku anda bacakan kepada anak, maka semakin banyak kosa kata dikenalnya dengan baik dan terkuasai. Bermacam dan bervariasinya perbendaharaan kata si anak ini akan memudahkannya mengenal bermacam kata saat mulai dapat membaca.
- sambil membacakan buku, ajak anak anda mengeja. Ambil kata-kata yang mudah dan pendek terlebih dahulu. Setelah menguasai kata-kata yang mudah dan pendek, anda dapat mulai mengajarnya mengeja kata-kata yang lebih panjang.
- jangan terburu-buru membacakan cerita. Tunjuk tiap kata dan tiap huruf kepadanya. Hal ini agar anak mulai bisa mengingat-ingat dan mengenali setiap kata dan huruf yang dilihatnya.
"memang, untuk menumbuhkan rasa suka membaca, anda harus menjadi contoh baginya. Rasa suka membaca sejatinya akan tumbuh jika ia sering melihat orang tuanya membaca buku di dalam kesehariannya," ujar fry.
Nah, sudah siap membantu anak anda bisa membaca?

Http://edukasi.kompas.com

Minggu, 14 Februari 2010

Mengajar Anak Balita Membaca



Sepintas, pernyataan “mengajar anak balita membaca” rasanya seperti mengada-ada. Betapa tidak, jangankan anak usia di bawah 5 tahun (balita), untuk mengajar membaca pada anak yang sudah memasuki usia sekolah (SD) saja bukanlah pekerjaan yang mudah bagi guru, begitu pula bagi orang tua saat mengajar si anak membaca permulaan. Selanjutnya anak yang sudah melewati kelas 4 SD pun masih ada yang belum lancar membaca.

Mengajar anak — apalagi masih usia dini atau balita — Belajar Membaca perlu kesungguhan dan kesabaran dari pihak guru maupun orangtua. Walau demikian kondisinya, masih banyak orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada guru di sekolah. Kurang banyaknya peran orangtua bukanlah alasan bagi guru untuk tidak mencari upaya menolong anak agar cepat bisa membaca dengan lancar. Tentu menjadi suatu kewajiban bagi seorang guru tetap belajar dan menambah wawasannya dengan berbagai cara.

Orangtua pun sebaiknya ikut belajar bagaimana caranya agar anak cepat bisa membaca dengan baik. Kalau sudah bisa membaca, hendaknya juga bisa menjadikan buku sebagai kebutuhan rutin yang diberikan kepada anak. Harus disadari, pertama-tama yang bertanggung jawab soal pendidikan anak (apalagi balita) adalah orangtua atau keluarga.

Buku-buku yang memuat hasil temuan, teori-teori, atau teknik-teknik pembelajaran sepantasnyalah menjadi “santapan” bagi guru. Kalau tidak, mutu pendidikan kita akan terus merosot sebagai akibat dari kurangnya minat baca para guru. Bagi guru, membaca buku-buku itu tentu bisa dijadikan ajang untuk mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan kompetensinya dalam kegiatan belajar-mengajar. Bagi orangtua, tampaknya pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan minat-baca anak pada usia dini. Kalau minat Belajar Membaca anak sudah tumbuh dengan baik tinggal mengarahkan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Bukan Mengeja

Sehubungan dengan itu, ada teori yang layak diketahui oleh guru dan orangtua. Glenn Doman mendapatkan teori dari banyaknya ia berkecimpung membantu anak-anak yang mengalami kerusakan otak. Hasil penelitiannya ternyata juga dapat diterapkan untuk membuat anak normal menjadi lebih cerdas. Salah satunya, mengajarkan keterampilan membaca untuk anak balita atau anak di bawah 5 tahun.

Menurut Glenn, membaca sudah dapat diajarkan pada balita, bahkan lebih efektif daripada sudah memasuki usia sekolah (6 tahun). Dalam penelitiannya dikemukakan bahwa anak umur 4 tahun lebih efektif daripada umur 5 tahun. Umur 3 tahun lebih mudah daripada 4 tahun. Jelasnya, makin kecil makin mudah untuk diajar — tentu dalam batas anak mulai bisa bicara.

Glenn juga berpendapat, balita bisa menyerap informasi secara luar biasa. Semakin muda umur anak, semakin besar daya serapnya terhadap informasi baru. Belajar bagi anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. Karena belajar mengasyikkan, maka ia bisa menguasai lebih cepat.

Menurut Glenn, mengajar balita membaca bukan dengan mengeja seperti cara konvensional di sekolah — dimulai pengenalan nama huruf, kemudian mengenal suku kata, barulah mengenal kata, akhirnya kalimat. Glenn berteori, mengajar balita membaca adalah dengan cara mengenalkan satu kata yang bermakna dan kata itu sudah akrab pada pikiran anak atau sudah sering didengar dalam keseharian.

sulastowo.com