Tampilkan postingan dengan label pinjaman uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pinjaman uang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Mengelola Hutang dengan Bijak

KTA - Hutang terkadang bisa membantu kita dalam kesulitan hidup, dan terkadang bisa merepotkan dan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Berhutang boleh saja, tapi harus dikelola denga baik. Bagaimana cara mengelolanya? Simak tips di bawah ini

pinjaman tanpa agunan

- Pergunakan hutang HANYA untuk keperluan mendadak saja dan juga kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Misalnya untuk biaya pengobatan atau biaya sekolah anak.

- Sebaiknya prioritas berutang sesuai dengan urutan dengan tingkat keamanan yang paling baik yaitu orang tua, saudara, sahabat, pegadaian, bank, dan leasing.

- Idealnya nilai hutang adalah 30% dari seluruh penghasilan Anda.

- Hutang yang tepat adalah dengan membeli aset produktuid dan memiliki nilai yang terus meningkat. seperti tanah, rumah dan logam mulia. Hindari menggunakan hutang untuk membeli barang yang tidak tidak produktif dan memiliki nilai yang terus menurun, seperti handphone, barang elektronik dan mobil.

- Apabila anda tidak ingin meminjam uang atau berhutang. Anda bisa menjual aset atau menggadaikan barang berharga Anda.

Semoga bermanfaat.

Info Terkait: Pinjaman Tanpa Agunan

Rabu, 25 Mei 2011

3 Langkah Memilih Bank Kredibel



Pinjaman Tanpa Agunan - Setelah peristiwa pembobolan bank menjadi berita besar, apakah Anda merasa khawatir terhadap simpanan Anda di bank? Harus khawatir karena hal seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja. Bukan saja nasabah-nasabah yang masuk dalam kategori wealth management atau private banking, tetapi juga bisa menimpa nasabah kebanyakan. Kok bisa? Bisa.

Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, beberapa hal selayaknya menjadi perhatian sebelum menempatkan dana Anda pada sebuah bank. Pertama, aset bank. Apa boleh buat, dalam industri perbankan, "size matter". Artinya, aset bank merupakan salah satu indikasi besarnya kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut karena aset adalah kumpulan dana dari masyarakat yang ditempatkan di bank dan kemudian disalurkan sebagai pinjaman dan aset produktif lainnya.

Kedua, modal bank. Semakin besar modal, semakin tinggi tanggung jawab dan risiko yang ditanggung oleh pemilik. Bandingkan saja jumlah modal terhadap aset bank. Semakin besar rasionya, bank tersebut semakin kuat. Dengan kata lain, kalau terjadi "apa-apa" pada bank bersangkutan, uang pemilik juga akan ikut raib.

Ketiga, rasio-rasio keuangan pada saat bank tersebut mengumumkan kinerja keuangannya kepada publik. Ini bisa dilihat di berbagai surat kabar. Lazimnya bank menyampaikan laporan keuangan empat kali setahun atau setiap triwulan. Anda boleh bandingkan satu bank dengan bank lain. Beberapa rasio penting yang mesti diperhatikan adalah non performing loan, atau jumlah kredit bermasalah bank tersebut. Semakin tinggi rasionya, semakin jelek kualitas kredit bank bersangkutan.

Di sini bisa banyak kemungkinan penyebab. Bisa karena pemberian kreditnya sembarangan, bisa karena debitor-debitor yang diberikan kredit memang tidak bermutu, bisa juga karena faktor ekonomi. Akan tetapi, faktor yang terakhir ini jangan langsung dipercaya sebab kalau kredit bermasalah tinggi karena ekonomi tidak kondusif, hal serupa mestinya juga dialami bank lain. Sehingga kalau hanya satu-dua bank yang memiliki kredit bermasalah tinggi, bisa dipastikan itu lebih karena pengelolaan kreditnya amburadul. Dan kalau sebagian kredit diberikan karena sebab subyektif, misalnya karena kenalan, saudara, dan lain sebagainya. Hindari bank semacam itu karena dana yang Anda tempatkan hanya akan jadi abu. Berubah menjadi kredit macet di sisi aset bank tersebut.

sumber:kompas.com

lihat info Kredit Tanpa Agunan

Selasa, 01 Desember 2009

Pinjaman Dana Dari Bank



A perorangan :

1.
Kopi identitas diri (ktp , sim, atau paspor)

2. Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah)
gunanya dalam
pinjaman dana ke bank adalah untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank.

3. Kopi kartu keluarga.
Dalam
pinjaman dana gunanya untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup orang lain selain dirinya sendiri.

4. Kopi rekekening koran/rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara 6 s/d 3 bulan terakhir. Gunanya dalam
pinjaman dana tunai agar bank bisa melakukan analisa keuangan calon debiturnya

5. Kopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan buat calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Gunanya dalam
pinjaman dana tunai untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.

6. Punya npwp


b. Badan usaha :

1. Kopi identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur & komisaris)

2. Kopi npwp (nomor pokok wajib pajak)

3. Kopi siup (surat ijin usaha perdagangan )

4. Kopi akte pendirian perusahaan dari notaris

5. Kopi tdp (tanda daftar perusahaan)
dalam
pinjaman dana usaha diminta copy rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 6 s/d 3 bulan terakhir.

6. Data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan & pembelian harian, dan data pembukuan
pinjaman dana usaha lainnya.

Nanti sama bank dianalisa dan ditentukan batas pinjaman dana tunai maksimal.

Kalau utk ukm (usaha kecil) itu lebih mudah, dan syarat pinjaman
dana tunai juga sama seperti diatas, cuman besarnya dana lebih fleksibel, asal kegunaannya jelas sesuai dengan apa yang dipantau.



Sumber : http://id.answers.yahoo.com