Tampilkan postingan dengan label tarian latin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarian latin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Maret 2010

Tari Salsa yang Menyehatkan



Di ruangan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 15 meter itu, empat perempuan muda menari. Tubuh mereka lincah meliuk-liuk mengikuti irama. Kaki yang mengentak dan pinggul yang bergoyang adalah bagian tubuh yang paling aktif bergerak.

Musik Latin menyertai gerakan maju-mundur dan kiri-kanan. Meski di ruang kecil, kegiatan tersebut tak urung membuat penari cukup terengah-engah. Namun, raut wajah para perempuan yang menari salsa (Latin Center) itu tampak ceria.

Instruktur salsa, Agus Leo, mengatakan, salsa kini digemari kalangan muda. Salsa mudah menyebar karena daya tariknya yang mengedepankan kedinamisan dan pesona penari, khususnya perempuan. Banyak gerakan salsa yang berputar cukup cepat membuat penari harus lincah. Stamina pun menjadi penting sehingga tarian itu lebih sesuai untuk mereka yang berusia muda.

"Kalau sudah berumur, cukup sulit karena napas bisa tersengal dan lebih cepat pusing lantaran banyak berputar," kata Agus. Selain tarian, salsa juga dapat diterapkan sebagai upaya melangsingkan badan. Tangan, leher, dan kepala senantiasa bergerak ketika menari salsa.

"Jadi, dari gerakan-gerakannya, salsa itu bisa dikatakan tarian yang centil. Salsa juga bisa dianggap sebagai olahraga karena tipenya energik," katanya.

Menurut Agus, mereka yang mengambil kursus salsa rata-rata sudah dapat menguasai gerakan dasar setelah enam kali pertemuan. Lama setiap pertemuan sekitar 1-2 jam. Kebanyakan tarian dilakukan dengan cara berpasangan. Laki-laki memimpin dan perempuan mengikuti. Setiap kelas bisa diikuti delapan orang. Kursus salsa dimulai dengan peregangan, pemanasan, dan tarian. Menurut Agus yang saat ini menjadi instruktur di tujuh tempat di Bandung, sekitar 70 persen peserta latihan adalah perempuan. Menyenangkan

Asal muasal salsa berasal dari Amerika Latin. Gerakan-gerakan yang mengarah pada tarian salsa muncul pada dasawarsa 1950-an di Amerika Serikat. Pada era 1970-an, para penari salsa mulai menemukan bentuk gerakan tersendiri lalu menyebar dengan cepat ke negara-negara lain di dunia. Di Indonesia, salsa sudah ramai dikenal sejak 7-8 tahun lalu.

Peserta kursus salsa di Latin Center, Lisa (42), mengatakan dulu terbiasa menekuni aerobik untuk berolahraga, tetapi kemudian merasa bosan. "Lalu saya tertarik dengan salsa karena gerakannya bisa dikembangkan. Setiap kali mengikuti kursus, saya mendapat gerakan baru," katanya.

Selain itu, Lisa juga mengambil kelas salsa karena senang menari. Ia sudah mengikuti kursus salsa selama setahun ini sekali setiap minggu.

Lagi pula, menurut pegawai perusahaan telekomunikasi informasi itu, salsa tengah menjadi tren. Manfaat salsa, tubuh menjadi fit dan bugar.

Menurut Indah (23), peserta lain, menari salsa memang melelahkan, tetapi menyenangkan. Olahraga menjadi tidak terasa karena dilakukan dengan tarian. "Jadi, saya merasa salsa itu bersifat hiburan. Dulu saya berolahraga tenis, joging, atau berenang," katanya.

Akan tetapi, olahraga tersebut dianggap menjenuhkan. Pegawai bank swasta itu kemudian melihat tarian salsa dan beralih. "Asyik, sambil kumpul dengan teman-teman, ada aktivitas positif. Kumpul di kafe malah bikin gendut, he-he-he," ujarnya.

cetak.kompas.com

Selasa, 02 Februari 2010

Latin Dance Mengurangi Bobot Badan





Dewasa Ini Orang yang berlatih kebugaran latin dance di
latin center kebanyakan adalah karyawan krah putih usia muda. Karena latin dance dikiaskan sebagai "warna asli yang terang dari perasaan umat manusia", dan perasaan pertama yang diberikan kepada manusia adalah kegembiraan. Suasana seperti itu tak pelak sangat digemari oleh mereka yang selalu berada dalam lingkungan kerja yang serius, khususnya bagi karyawan kantor yang menghadapi tekanan berat dalam pekerjaannya. Dari irama latin dance yang bebas leluasa dan sangat gairah itu mereka dapat rileks sepenuhnya. Ada 7 manfaat dari kebugaran latin dance, yaitu:


1. Cara kebugaran yang dapat membangkitkan kegairahan.
2. Menyenangkan hati.
3. Dapat melatih gaya yang bagus bagi laki-laki maupun wanita.
4. Memperkuat stamina dan melangsingkan tubuh.
5. Memupuk daya pikat pribadi.
6. Memberi perasaan "betapa indahnya kehidupan ini".
7. Nikmati keindahan kehidupan mulai dari sekarang.


Berlatih kebugaran latin dance sebaiknya dilakukan 2 jam setelah makan, karena latin dance yang mengutamakan gerak pinggang dan pinggul itu akan membuat orang yang berlatih merasa kurang enak apabila melakukannya langsung sehabis makan.

Kelompok orang yang cocok berlatih kebugaran latin dance
kelompok orang yang cocok berlatih kebugaran latin dance sangat luas, termasuk mereka yang belum pernah belajar menari. Gerak latin dance dilakukan sekehendak hati , dan tidak terlalu sulit, sehingga semua orang baik laki-laki maupun wanita, tua maupun muda, tinggi ataupun kate, gemuk ataupun kurus, bahkan yang hamil pun juga dapat ikut berlatih.

Adapun mengenai soal pengontrolan intensitas kebugaran latin dance, terutama ditentukan oleh irama musik yang dipilihnya dan batas geraknya. Orang yang baru berlatih sebaiknya memilih musik pengiring yang pelahan, tingkat geraknya tidak terlalu besar. Bagi mereka yang mempunyai dasar tertentu atau telah berlatih cukup lama dapat meningkatkan tingkat geraknya dan memilih musik pengiring yang berirama cepat.

Tarian latin sangat cocok untuk kaum wanita, dan sangat bermanfaat untuk kebugaran. Gerak latin dance di
latin center sangat bagus untuk melatih pinggang dan perut, dapat membantu kaum wanita menciptakan bentuk tubuh yang indah. Kebugaran latin dance tidak hanya dapat membantu menciptakan bentuk tubuh yang indah , juga dapat membantu memperluwes penampilan diri di hadapan umum. Maka setelah berlatih kebugaran latin dance, watak seseorang dapat berubah, menjadi periang , yakin diri dan optimistik.



Id1.chinabroadcast.cn

Senin, 02 November 2009

Klub Aerobik dan Tarian Latin Jadi Gaya Hidup



Aktivitas kebugaran senam aerobik sudah menjadi kebutuhan dan bagian hidup masyarakat Serang dan sekitarnya. Di Celebrity Aerobic dan latin center Dance di Jalan Ki Wasyid, Lontar, Serang, sedikitnya tercatat 100 orang yang masih rutin melakukan aerobik dan tarian latin setiap bulan.

“Jumlah ini baru yang tercatat sebagai pemegang kartu anggota. Kalau di luar itu, sejak dibuka Mei 2008 lalu tercatat 958 orang. Saat ini, setiap hari selalu tercatat ada anggota baru,” jelas Cucu Sudrajat, Manager Celebrity Aerobic dan Latin Center, yang ditemui di lobby utama.

Diakui Cucu, pada saat ini aerobik bukan lagi kebutuhan kalangan tertentu dengan imej glamor, melainkan menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Terbukti dengan banyaknya sanggar atau tempat penyedia layanan aerobik di Serang atau Cilegon.

Cucu mengaku, optimis Celebrity dapat bersaing dengan segala kelebihan fasilitas yang dimiliki, seperti ruang latihan berkapasitas 50 orang dan full AC, 8 ruang ganti, 36 loker, dan soundsystem memadai. Kelebihan lain, Celebrity hanya mengutamakan privasi dengan hanya menyelenggarakan aerobik untuk wanita sedangkan di kelas tarian latin center, bisa diikuti lelaki dan wanita.

Jenis aerobik yang ada di Celebrity, seperti body language, filates, hip hop, fun robic, dan lain-lain. Disiapkan 4 orang instruktur latin center terlatih, dengan jadwal latihan 4 kali dalam sehari, yakni 2 kali pada pagi hari dan 2 kali pada sore dan malam hari.

Kelas latin dance disiapkan 2 instruktur, yang mengajarkan tari salsa, samba, jive, chacha, dan rumba, hanya sekali dalam sehari yakni pukul 17.30-19.00.

“Masih perlu waktu untuk memperkenalkan secara luas kelas tarian latin. Selama ini imej mempelajari tarian latin hanya untuk pesta, padahal menguasai tarian ini bisa diikutkan dalam kompetisi yang rencananya pada PON mendatang akan dipertandingkan,” papar Cucu.

Cucu mengungkapkan, tidak mudah untuk menjadikan tarian latin menjadi suatu aktivitas yang akrab dengan masyarakat. Padahal, latin center seperti yang dihadirkan karena menyesuaikan peralihan gaya hidup masyarakat Serang yang mulai metropolis, seperti ibukota provinsi lainnya.

“Selama ini peminat tarian latin masih didominasi orang dewasa, baik lelaki maupun wanita. Tapi kalau aerobik, sudah merata di semua usia, diikuti anak usia SD sampai usia di atas 50 tahun,” terang Cucu lagi.

Meski begitu, Cucu optimis Celebrity latin center dapat menjadi salah satu sanggar yang dapat mempercepat mengenalkan aerobik dan tarian latin kepada masyarakat, dan secara perlahan mengikis anggapan kedua aktivitas ini masih dimiliki kalangan tertentu.

radarbanten.com