Tampilkan postingan dengan label alat musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat musik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Ketahui Alat Musik Khas Indonesia

Hampir seluruh wilayah NKRI mempunyai seni musik tradisional yang khusus dan khas. Dari keunikan tersebut bisa nampak terlihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Seni tradisonal itu sendiri mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi, sehingga dapat dikenali karakter dan ciri khas masyarakat Indonesia, yaitu yang terkenal ramah dan santun.

Untuk lebih mengenal lebih dekat alat musik tradisional kita dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok yaitu :

1. Instrumen Musik Perkusi.

Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah Gamelan, Kendang, Kecapi, Arumba, Talempong, Sampek dan Kolintang, Rebana, Bedung, Jimbe dan lain sebagainya.

2. Instrumen Musik Gesek.

Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebab terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa. Rebab jenis ini dapat dijumpai di Bali, Jawa dan Kalimantan Selatan.

3. Instrumen Musik Tiup.

Suling adalah instrumen alat musik tiup yang terbuat dari bambu hampir semua daerah di Indonesia dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di Sumatera Utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40 – 100 cm dengan garis tengah 2 cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4 – 6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisional yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura dan Papua.

Sumber : sukolaras.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Selasa, 26 Januari 2010

Saat Tepat Anak Kursus Musik



MUSIK bermanfaat untuk rileksasi dan ketenangan sehingga anak siap berkonsentrasi. Musik pun mampu mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanan sehingga membantu proses penyerapan otak dalam belajar. Ketahui waktu yang tepat mengikutkan anak pada kursus musik.

Penasaran apakah anak Anda siap untuk menerima kursus musik? Ataukah sekarang dia sudah kursus musik, tapi minta berhenti? Jawaban untuk berbagai pertanyaaan sederhana membantu Anda membuat keputusan tersebut, dan Sheknows punya jawabannya.

Pertanyaan sederhana yang harus dijawab

Pertanyaan pertama yang harus Anda ajukan pada si kecil adalah apakah ia tahu mana tangan kanan dan mana tangan kiri. Anak juga harus bisa berhitung dari 1-10, tahu, dan mengenal huruf A-Z. Demikian menurut Liz Nealon, General Manager KIDZ BOP, perusahaan yang memproduksi musik untuk anak usia 5-12 tahun di Amerika Serikat.

Dikatakannya, bermain musik menyaratkan tingkatan koordinasi sensor motorik yang baik. Bisakah anak Anda memainkan jari-jemarinya, misal menggenggam pensil? Apakah tubuhnya cukup besar untuk duduk di kursi piano dan bisa menekan tuts piano dengan nyaman?

Anak-anak juga butuh tingkat kematangan yang baik saat mulai kursus musik. Setidaknya mereka harus bisa konsentrasi selama kursus, minimal 30 menit tiap pertemuan, dan mengikuti arahan guru kursusnya.

Tanyakan pula pada diri Anda, apakah ia cukup matang untuk menghadapi frustasi dan latihan tekun untuk meningkatkan kemampuannya. "Penelitian membuktikan bahwa tak ada manfaat nyata untuk mulai mengajarkan musik pada anak sejak usia sangat muda. Anda bisa mulai saat usianya menginjak 8 atau 9 tahun," kata Nealon.

Kuncinya latihan dan bersabar

Saat pertanyaan-pertanyaan di atas terjawab positif, itu tandanya anak siap diikutkan kursus musik. Tapi, pekerjaan Anda belum sekursusai.

"Tugas orangtua berikutnya membantu mereka melewati tantangan yang akan dihadapi selama belajar. Memaksa anak untuk melanjutkan pengalaman tak menyenangkannya hanya akan menghilangkan minatnya terhadap musik," tambahnya.

Minta berhenti

Kalau si kecil mengatakan ingin berhenti kursus musik, jangan langsung memarahinya. Tanyakan dan dengarkan masalah yang menyelimuti hatinya. Biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dengan masalahnya. Cobalah memahami dan mengobservasi masalahnya sebelum membuat keputusan.

Kalau masalah terletak pada pengajarnya, ikuti satu atau dua kali pertemuan. Perhatikan bagaimana cara ia mengajar, apakah temperamennya mampu menjaga kesabaran anak-anak didiknya.

Nealon mengatakan, Anda harus memperhatikan pula jadwal aktivitas si kecil yang bisa jadi terlalu padat. "Bermain adalah pekerjaan anak-anak. Mereka butuh waktu dan ruang selayaknya anak kecil kebanyakan," tuturnya.

Musik bisa jadi bagian penting dalam kehidupan anak Anda. Namun, kursus musik tak seharusnya menjadi sumber rasa frustasinya.

lifestyle.okezone.com