Tampilkan postingan dengan label bahan bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan bangunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Solusi Hemat dengan Bahan Bangunan Alternatif



Dewasa ini semakin banyak jenis Bahan Bangunan pabrikasi. Adakah bahan bangunan ini ramah lingkungan? Apakah tidak lebih baik menggunakan bahan bangunan yang ekologis?

Kalau berjalan-jalan ke toko bangunan, semakin banyak saja bahan bangunan baru yang ditawarkan. Kondisi ini jelas menguntungkan bagi konsumen. Semakin banyak alternatif, semakin banyak pula pilihan untuk mewujudkan sebuah bangunan.

Tak dipungkiri, semakin beragamnya bahan bangunan, semakin terbuka kesempatan bagi seseorang untuk mewujudkan sebuah bangunan. Misalnya untuk membuat dinding. Dulu, orang menggunakan kayu atau gedhek sebagai dinding. Sejak adanya bata, orang beralih menggunakan bata, dan bangunan pun menjadi lebih kokoh dan permanen. Belakangan, muncul batako yang dari semen, terus ada beton ringan aerasi, ada juga papan gipsum dan semen, hingga beton cetakan sebagai dinding.

Berbagai Bahan Bangunan alternatif dibuat dengan tujuan untuk memberikan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam mewujudkan sebuah bangunan. Bicara soal dinding lagi misalnya. Membuat dinding dari bata merah mulai dirasa lama. Ini antara lain karena ukuran bata kecil-kecil (6cmx10cmx20cm), sehingga ketika harus merangkainya menjadi sebuah dinding (katakanlah 3mx3m) dibutuhkan waktu lebih satu hari. Untuk satu meter persegi dinding, paling tidak seorang tukang harus menyusun 40-50 bata dan merangkainya satu per satu dengan adonan semen. Waktu pembuatan bisa dipercepat bila menggunakan bahan alternatif seperti batako atau beton ringan aerasi.

Jika menggunakan batako atau beton ringan aerasi berukuran 10cmx20cmx40cm, membangun dinding bisa lebih cepat. Untuk membuat satu meter persegi dinding, paling tidak si tukang cukup merangkai 10-15 batako atau beton aerasi ringan. Proses yang lebih cepat lagi bisa dilakukan kalau menggunakan dinding papan semen atau gipsum.

Cepat vs harga

Mungkin kita sepakat pada ungkapan "ada harga ada barang", yang artinya kira-kira: kalau mau cepat, ya bayarlah sedikit lebih mahal. Ungkapan ini bisa jadi berlaku pada bahan bangunan. Rata-rata bahan bangunan alternatif memiliki harga lebih mahal. Kalau membandingkan bata dengan batako misalnya. Satu buah dijual pada kisaran harga Rp300 (untuk satu meter persegi (40bata) Rp12.000. Batako: sekitar Rp2.000/buah (satu meter persegi (10 batako) Rp20.000. Dari sisi harga, batako atau beton aerasi ringan, relatif lebih mahal. Keuntungan menggunakan batako adalah: proses pemasangannya jadi lebih cepat. Dengan demikian, ongkos tukang pun bisa ditekan.

Lalu bagaimana dengan total biayanya? So, so, lah. Namun kalau mengingat kembali ungkapan "ada harga ada barang", ya menggunakan bahan alternatif, harga bahan bangunan pun bisa jadi lebih mahal dari bahan bangunan standar yang biasa kita gunakan. Setuju atau tidak,... share pendapat Anda lewat komentar di bawah ini!

source: ideaonline.co.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis - Indonesia

Selasa, 08 September 2009

Tiga Jurus Bangun Rumah DI Tanah Sempit




Untuk mewujudkan sebuah rumah murah, Yu Sing memberi sejumlah panduan penting yang merupakan hasil pengalamannya dalam mendesain beberapa rumah murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam proses desain.

"Tentunya pengalaman men
disain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah dengan biaya terbatas," ungkapnya.

Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk mewujudkan rumah murah yakni penggunaan tenaga arsitek, perencanaan struktur rumah dan penggunaan material yang tepat.

Untuk hal pertama, Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada anggapan keliru soal arsitek. Masyarakat menilai jasa arsitek itu selalu mahal sehingga pembangunan dirasa murah tanpa arsitek.

"Padahal itu tidaklah benar, memang arsitek masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga yang tidak menetapkan tarif mahal," ujar yu sing.

Ia menegaskan, tidak semua arsitek menetapkan tarif yang tinggi. Tak sedikit arsitek yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong.

Dengan menggunakan jasa arsitek, lanjut yu sing, masayarakat dapat menghemat biaya karena arsitek
equipment kitchen bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitek juga membantu anda dalam membuat desain rumah yang baik.

"rumah yang didesain dengan baik, dapat mempengaruhi hidup seseorang menjadi lebih positif dan berkualitas. Begitu juga dalam konteks sebaliknya. Kalau ruang-ruang hidup sehari-hari sumpek, sikap hidup juga dapat terpengaruh menjadi sumpek," ujar yu sing.

Hal kedua yang harus dipenuhi adalah perencanaan struktur
jual apartemen. Agak berbeda dengan desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain arsitekturnya.

"sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena biasanya biaya struktur rumah sekitar 40-50 persen dari biaya keselururuhan," ungkap yu sing.


Dukung kampanye
stop dreaming start action


Kompas.com