Tampilkan postingan dengan label jahit menjahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jahit menjahit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2010

Usaha Kecil Penjahit Rumahan Kian terjepit



Mendung seakan belum sirna bagi para penjahit seperti Deni (36). Pemilik Rees Tailor di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, itu masih harus berhemat lantaran aneka jenis harga barang naik, sementara ongkos jahit tidak bisa dinaikkan. ”Sudah dua tahun terakhir, ongkos jahit tidak naik. Ya, bagaimana mau menaikkan ongkos, wong dengan ongkos yang ada sekarang saja sudah banyak pelanggan yang kabur,” kata Deni.

Pria yang sudah menjadi penjahit sejak tahun 1997 itu memungut Rp 75.000 untuk ongkos menjahit celana panjang, Rp 70.000 untuk kemeja, dan Rp 750.000 untuk jas. Biaya itu belum termasuk harga kain yang akan dijahit. Dengan kondisi itu, produk jahitan dari penjahit Deni harus bersaing dengan pakaian jadi produk industri besar yang harganya semakin murah (Kursus Menjahit)

Apalagi kalau harus diadu dengan harga jual pakaian jadi dari mancanegara yang kini kian menyesaki pasar di dalam negeri. Produk yang masuk itu bukan hanya pakaian baru berharga murah, tetapi juga pakaian bekas impor yang terus membanjiri sejumlah pasar hingga pusat perbelanjaan di Jakarta.

Oleh sebab itu, langganan yang pergi bukan lagi hal aneh bagi mereka. Begitupun ketika langganan yang biasa menjahitkan baju dalam jumlah besar, kemudian mengurangi pesanan mereka. Biasanya mereka bisa mendapatkan pesanan 3-5 jahitan celana dalam sepekan, kini jauh di bawah itu.

Kini para penjahit terpaksa mengencangkan ikat pinggang. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan pelbagai jenis pengeluaran. Pengurangan jumlah tenaga kerja hingga penyempitan ruang kerja sudah dilakukan. Deni, misalnya, sejak tahun 2005 telah menyekat rumah yang dijadikan tempat usaha menjahit tinggal menjadi seperempat ruang. Tiga perempat bagian lainnya dikontrakkan kepada pengusaha konfeksi tas.

Sempat terlintas di benak para penjahit itu untuk mengubah usaha mereka dari penjahit menjadi pengusaha konfeksi, tetapi mereka terbentur dengan modal dan upaya pemasaran produk konfeksi. Namun hal ini tak mengurangi semagat beberapa orang untuk ikut Kursus Menjahit.

Akhirnya, penjahit seperti Deni, Syafi’i, dan Lusi hanya bisa bertahan di tengah gempuran pakaian jadi dengan kondisi seperti saat ini. Satu-satunya andalan para penjahit untuk bertarung di pasar pakaian yang semakin padat ini adalah kerapian jahitan serta kenyamanan pakaian yang dikenakan.

Inilah nasib para penjahit di era pasar bebas. Mereka hidup tanpa perlindungan sama sekali di rimba yang berslogankan ”Yang Kuat, Yang Menang” meskipun mereka berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja yang mandiri.

cetak.kompas.com

Rabu, 10 Februari 2010

Cara Menjahit



Belajar menjahit adalah satu proses berperingkat dimulai dengan mempelajari bagaimana mengambil ukuran yang betul. Seperti yang kita tahu bahawa setiap individu mempunyai bentuk tubuh yang tersendiri. Tanpa ukuran yang tepat sudah pasti hasil jahitan tidak menampakkan ciri-ciri persesuaian terhadap badan kita.

Bagi mereka yang baru hendak belajar cara menjahit atau ikut Kursus Menjahit perlu mengetahui cara menderaf pola mengikut ukuran yang tepat. Penyediaan pola memudahkan anda untuk memotong fabrik. Selain dari itu perlu juga memahami ciri-ciri sesuatu fabrik untuk mendapatkan efek yang kreatif. Kepadanan pakaian bergantung kepada pemotongan bahagian-bahagiannya. Bahagian yang tidak seimbang akan menarik perhatian dan sudah tentu tidak selesa memakainya.

Walaubagaimanapun cara menjahit baju kurung atau baju melayu tidak memerlukan pola tetapi sekadar lipat dan potong sahaja. Ini kerana potongan bahagiannya adalah lurus kecuali pada bahagian leher. Yang penting adalah cara jahitan atau teknik menjahit mesti difahami terlebih dahulu.

Jika kita mengikuti prosedur-prosedur cara menjahit yang sistematik dan betul dalam pembuatan pakaian, hasilnya kelihatan cantik apabila ia padan dengan pemakainya. Penambah seri kepada baju seperti jahitan manik dan sulaman menjadi aset dalam industri pakaian kini. Untuk itu cara menjahit manik atau sulaman yang innovatif menjadi sumber bagi mereka yang meminatinya. Mudah-mudahan berguna bagi anda yang baru belajar dan ikut Kursus Menjahit.

CaraMenjahit.com

Minggu, 15 November 2009

Pilih-pilih Tukang Jahit


Bosan dengan pakaian ala departemen store? Saatnya tunjukkan gaya Anda sendiri. Jahit pakaian sesuai selera boleh juga. Tapi pandai-pandai memilih tukang jahit andalan. Penjahit hebat (Kursus Menjahit) bisa mengerti dengan jelas model busana yang Anda inginkan. Yang tentunya sesuai dengan kepribadian Anda. Mereka juga biasanya bisa memberikan solusi terbaik untuk mengubah pakaian lama Anda dengan sedikit sentuhan magis. Tapi tak semua tukang jahit sehebat itu. Tentu saja Anda harus pandai-pandai memilih tukang jahit (kursus menjahit) yang benar-benar bisa diandalkan. Simak dulu tips berikut?

1. Anda bisa meminta rekomendasi dari kerabat atau sahabat dekat Anda. Biasanya tukang jahit (kursus menjahit) yang jempolan punya pelanggan cukup banyak.

2. Berbincang dengan penjahit tentang kemampuan dan pengalaman mereka tak ada salahnya (kursus menjahit). Apakah mereka pernah mengerjakan pesanan khusus seperti gaun pengantin atau kebaya? Pakaian wanita atau pria?

3. Periksa ketepatan waktu sang penjahit. Jika memungkinkan berikan dateline yang tak terlalu mepet dengan kebutuhan Anda. Anda harus memperhitungkan waktu molor yang tidak diharapkan.

4. Perhitungkan juga masalah biaya. Seorang penjahit (kursus menjahit) biasanya akan memberitahukan kepada Anda kebutuhan biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat baju tersebut. Hal-hal ini perlu ***raikan sebelum mereka memberikan harga pasti.

5. Untuk desain pakaian, mintalah beberapa contoh karya yang pernah dibuat si penjahit. Bila perlu dapatkan juga nama-nama beberapa pelanggannya (kursus menjahit). Untuk lebih memastikan hasil kerja si penjahit Anda bisa mencari tahu dari pelanggan lain apakah mereka puas dengan hasil kerja si penjahit dan apakah selesai tepat waktu.

6. Bawalah bahan/kain atau gambar model baju yang Anda inginkan sebagai ilustrasi. Jika penjahit enggan mencoba sesuatu yang baru, tanyakan alasannya. Mungkin pandangannya bisa meerubah pendapat Anda.

7. Coba dengarkan pendapat penjahit tentang merombak pakaian yang telah ada. Cocokkan juga dengan harga. Tak masalah bukan membayar sedikit mahal jika hasilnya sangat memuaskan.

8. Sekali cocok, jangan lupa deskripsikan pekerjaan penjahit (kursus menjahit) dalam sebuah kertas cantumkan juga tanggal jadi dan harga agar semua teratur dengan sesuai. Satu lagi jika diperlukan Anda boleh minta jadwal untuk melakukan fitting. Mungkin dengan demikian kesalahan yang terjadi bisa diminimalis.

detikhot.com