Tampilkan postingan dengan label pembantu rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembantu rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2010

Tips Mencari Baby Sitter



Paska lebaran seperti ini banyak rumah tangga mulai menyadari betapa pentingnya peranan pembantu rumah tangga dan baby sitter. Paska lebaran ini pula banyak rumah tangga dihantui ketakutan bahwa PRT yang selama ini membantu dirumah tidak lagi kembali bekerja. Mencari PRT itu gampang-gampang susah kata banyak orang, tapi faktanya, justru sehabis lebaran inilah puncak supply jasa dari Yayasan Baby Sitter jenis ini.

Dimana mencarinya?
Saya lebih sering menggunakan rekomendasi, entah dari teman, kerabat ataupun orang tua. Pengalaman saya, rekomendasi orang tua (atau orang yang lebih dituakan) paling efektif. Pernah suatu kali PRT rekomendasi teman hanya bertahan 2 hari dirumah. Tradisi rekomendasi orang tua ini juga sudah digunakan oleh generasi bapak saya dalam mencari PRT.

Bagaimana sistem penggajiannya?
Relatif sederhana, sudah ada standar gaji yang cukup fair. Baik terbentuk oleh perda (peraturan daerah) ataupun standar dengan tetangga-tetangga yang lain. Sama seperti mempertahankan karyawan pasti dengan sendirinya ada benefit kesehatan, transportasi, subsidi pendidikan anak dan juga bantuan untuk orang tua. Aturan paling gampang cek tetangga sebelah.

Baby sitter atau pembantu?
Saya baru tahu bahwa baby sitter itu pekerjaan terlatih sama halnya seperti kapster di salon ataupun supir. Sudah ada sertifikasi, sistem pendidikan dan pelatihan yang jelas.

Informasi penyalur baby sitter?
Ada yang tahu? Yang penting Yayasan Baby Sitter harus terpercaya dan professional mengelola tenaga baby sitter dan pembantu, serta memiliki reputasi yang baik.

priandoyo.wordpress.com

Rabu, 02 Desember 2009

Pembantu Mudik? Siapa Takut?





Cucian menumpuk, harus bangun pagi, beres-beres rumah, masak, dan sebagainya. Duh, repotnya kalau pembantu mudik. Menurut psikolog zainoel b.biran, psi., fenomena mudik, terutama bagi para pembantu rumah tangga (prt), adalah sesuatu yang wajar.
"dilihat dari sudut orang yang setiap hari kerja, mereka tentu perlu istirahat juga," terang zainoel. Dengan kata lain, prt sama halnya pekerja profesional lain yang juga perlu cuti lebaran atau hari-hari raya lainnya, nah solusinya di penyalur pembantu rumah tangga.
Apalagi, pulang kampung atau mudik punya arti penting bagi mereka, solusi tepat di penyalur baby sitter. "bisa bertemu sanak keluarga atau berziarah ke makam leluhur," ujar zainoel. Juga, jadi ajang bagi mereka untuk menunjukkan keberhasilan selama merantau. "kalau bisa, mereka pasti juga akan bagi-bagi rezeki pada keluarga di kampung halaman," ujar dosen fakultas psikologi ui ini.
Jika prt pulang saat puasa, sebetulnya tak terlalu masalah solusi di penyalur baby sitter. "yang susah, kalau pulang pas lebaran. Banyak, kan, kegiatan di hari besar itu. Nah, kalau semua pergi, siapa yang menunggu rumah?"
Tapi jangan buru-buru putus asa. Masih ada banyak cara menyiasatinya. Berikut sejumlah tips dari zainoel.

Bagi tugas

a. Ubah kebiasan buruk.
Contoh kecil, membiasakan diri menaruh piring bekas pakai ke tempat cuci piring. Lalu, sisa makanan dimasukkan ke dalam kantong plastik, tanpa menunggu anggota keluarga lain membersih.

B. Jika punya anak.
Ini agak repot. "ritual" mencuci, misalnya, tumpuk saja dulu. Akhir pekan, bisa mencuci bersama. Tak jarang, acara ini justru membuat hubungan semakin mesra.

C. Organisir kegiatan di rumah.
Misalnya, memasak makanan yang bisa tahan beberapa hari. Kalau perlu, jasa katering bisa jadi alternatif.

D. Libatkan seluruh anggota keluarga.
Yang jelas perlu kerja sama. Biasanya, masalah akan muncul kalau suami merasa harus diladeni atau sebaliknya, carilah solusinya di penyalur pembantu rumah tangga. Kerjasama ini tentu harus didukung semua anggota keluarga. Mulai dari ibu, bapak, sekaligus anak-anaknya. Intinya, rumah yang tadinya kotor jadi bersih. Misalnya, suami memasak, istri yang bertugas memanaskan makanan, dan anak yang menyiapkan di meja. Lakukan hal ini secara bergantian, solusinya di penyalur pembantu rumah tangga.
Anggapan istri lebih bertanggungjawab terhadap kebersihan rumah, tidak tepat. Suami dan anak-anak harus berlapang dada, pekerjaan rumah apa pun bisa jadi tugas mereka karena keluarga adalah sebuah tim.

E. Yang tak kalah penting, jaga agar tak ada anggota keluarga yang iri lantaran pembagian tugas yang tak merata. Jauh hari, beri tahu tentang tugas masing-masing. Jika langkah ini tak berhasil, terapkan sistem giliran.



Http://tabloidnova.com

Rabu, 25 November 2009

Memilih Baby Sitter atau Pengasuh Anak dengan Bijak



Saat ini, terutama di kota-kota besar, banyak Yayasan Baby Sitter atau pengasuh anak. Anda bisa saja mendatangi atau menelepon agen penyalur dari yayasan baby sitter untuk mencari pengasuh anak. Cara ini tidak selamanya mudah. Bisa timbul ketidakcocokkan antara Anda dengan calon pengasuh. Seorang pengasuh sebaiknya mencintai anak-anak. Tetapi ini bukan jaminan ia cocok dengan anak. Sebelum menentukan, Anda sebaiknya melakukan proses seleksi untuk melihat kecocokan si kecil dengan pengasuh. Jika si kecil cepat berinteraksi dengan pengasuhnya berarti ada kecocokan awal.

Yang harus diperhatikan dalam memilih pengasuh:

* Calon pengasuh memiliki kontrak kerja yang jelas dan resmi.
* Pilih calon pengasuh dari yayasan baby sitter yang memiliki kontrak kerja yang resmi.
* Pertimbangkan pengalaman dan rekomendasi dari orang lain yang pernah memakai jasa pengasuh dari yayasan baby sitter.
* Lakukan wawancara dan pendekatan secara pribadi untuk mengetahui kedekatan calon pengasuh dengan anak kecil.
* Carilah calon pengasuh yang pernah dan sudah memiliki anak.
* Cara dan nada bicara calon pengasuh. Ini akan membantu Anda mengetahui cara pengasuh memberi respon terhadap anak.
* Minta dan duplikasi surat tanda pengenal calon baby sitter, catat nomer telepon yayasan penyedia jasa atau yayasan baby sitter, keluarga dan tempat tinggal calon pengasuh. Bila perlu, lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.

Sekalipun Anda telah mendapat pengasuh yang tepat untuk anak, jangan menyerahkan semua perawatan dan pola asuh kepadanya. Anda sebaiknya tetap memiliki andil dalam pengasuhan dan perawatan anak karena fungsi pengasuh/ baby sitter hanya membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan anak, bukan mengganti pengasuhan orangtua.

ratnarespati.com

Kamis, 01 Oktober 2009

Pembantu Rumah Untuk Anak




Paska lebaran seperti ini banyak rumah tangga mulai menyadari betapa pentingnya peranan pembantu rumah tangga dan baby sitter. Paska lebaran ini pula banyak rumah tangga dihantui ketakutan bahwa PRT yang selama ini membantu dirumah tidak lagi kembali bekerja. Mencari PRT itu gampang-gampang susah kata banyak orang, tapi faktanya, justru sehabis lebaran inilah puncak supply jasa jenis ini.

Dimana mencarinya?

Saya lebih sering menggunakan rekomendasi, entah dari teman, kerabat ataupun orang tua atau juga dari persatuan pembantu. Pengalaman saya, rekomendasi orang tua (atau orang yang lebih dituakan) paling efektif. Pernah suatu kali PRT rekomendasi teman hanya bertahan 2 hari dirumah. Tradisi rekomendasi orang tua ini juga sudah digunakan oleh generasi bapak saya dalam mencari PRT.

Bagaimana sistem penggajiannya?

Relatif sederhana, sudah ada standar gaji yang cukup fair. Baik terbentuk oleh perda (peraturan daerah) ataupun standar dengan tetangga-tetangga yang lain. Sama seperti mempertahankan karyawan pasti dengan sendirinya ada benefit kesehatan, transportasi, subsidi pendidikan anak dan juga bantuan untuk orang tua. Aturan paling gampang cek tetangga sebelah.

Baby sitter atau pembantu?

Saya baru tahu bahwa baby sitter itu pekerjaan terlatih sama halnya seperti kapster di salon ataupun supir atau hobi memasak. Sudah ada sertifikasi, sistem pendidikan dan pelatihan yang jelas.

Informasi penyalur baby sitter?

Ada yang tahu? cerita seorang teman malah harus berhati-hati karena cukup banyak penyalur yang diblack list nah ada baiknya anda melihat di forum ilmiah.
Ada pengalaman lain? cerita yang bisa disharing?


http://priandoyo.wordpress.com