Selasa, 08 Desember 2009

Jangan Salah Pilih Les untuk Anak Pasif

Ciri-ciri: Anak terlihat lamban, kurang gesit, kurang suka kegiatan fisik, cepat mengaku lelah, dan agak lama menyesuaikan diri. Bila melakukan sesuatu yang sesuai dengan mintanya, baru terlihat antusiasmenya dan konsentrasinya pun bisa bagus.

Tips Kursus: Biasanya anak pasif memiliki kemampuan obseervasi yang kuat dan imajinasinya juga tinggi. Jadi, bisa Anda pilihkan tempat les yang memangmemerlukan observasi mendetail dan kekuatan imajinasi, seperti catur, merakit robot, serta ketrampilan tangan.

Dengan begitu, kemampuan imajinasi, daya analisis, dan observasinya dapat berkembang dengan obtimal. Di sisi lain, anak pasif memiliki kekurangan dalam hal sosialisasi -biasanya sulit bergaul- sehingga perlu dipilihkan pula tempat les/les yang dapat meminimalkan sisi kekurangan dari karakternya ini. Kegiatan berkelompok, seperti dalam klun sains, paduan suara, dan sanggar tari/teater akan membantunya bersosialisasi. Selain itu, anak pasif biasanya juga memiliki kendala dalam mengungkapkan ekspresi. Kegiatan melukis dapat membantu mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Hal lain yang penting diperhatikan orang tua, karena anak pasif umumnya sulit menyesuaikan diri dengan segera, maka les sebaiknya diberikan secara bertahap dengan pengenalan terlebih dahulu.

Semoga dengan les mereka jadi lebih baik.

http://tipsanda.com

Minggu, 06 Desember 2009

Perhatian untuk Mengembangkan Seni Merangkai Bunga

Seni merangkai bunga dengan gaya khas Indonesia perlu terus dikembangkan. Selain bisa menciptakan lapangan kerja bagi perangkai bunga, seni merangkai bunga juga bisa menjadi daya tarik wisata.

Laretna T Adhisakti, selaku anggota tim artistik perhimpunan penggemar
rangkaian bunga Mayasari Indonesia mengatakan, Jepang memiliki seni merangkai bunga atau ikebana yang dikenal seluruh dunia. "Di negara tersebut, ikebana berkembang sedemikian rupa sehingga memiliki nilai ekonomi yang besar. Selain hasil rangkaian bunganya yang bisa dijual, d i sana juga bermunculan tempat-tempat kursus ikebana yang sangat diminati wisatawan asing," katanya, Kamis (26/11).


Melihat potensi yang ada di Indonesia, lanjut dia, seni merangkai bunga gaya Indonesia mestinya juga bisa dikembangkan. Sebab selain kaya dengan aneka jenis flora, Indonesia juga memiliki akar tradisi merangkai bunga yang antara lain terlihat dari
rangkaian bunga dan buah yang kerap dipakai dalam upacara adat di Jawa dan Bali.


Menurut Laretna, di dunia setidaknya ada dua gaya merangkai
bunga yang dominan yakni gaya barat (Eropa) dan gaya Jepang. Dalam gaya barat, bunga dirangkai memenuhi semua sudut ruang vas sehingga hasilnya bisa dilihat dari berbagai arah. Sedangkan dalam gaya Jepang, bunga dirangkai dengan mempertimbangkan sudut tertentu. "Dari dua gaya tersebut, kami dari Mayasari Indonesia kemudian berupaya mencari rangkaian bunga gaya Indonesia," ujarnya.


Perhimpunan penggemar rangkaian
bunga Mayasari Indonesia yang berdiri sejak 1967 akhirnya menemukan gaya tersebut dengan berangkat dari pola rangkaian kembar mayang di Jawa serta cane di Bali. Baik kembar mayang maupun cane dibuat dari rangkaian janur yang dihiasi dengan aneka bunga dan buah. Pola kembar mayang dan cane tersebut terus dikembangkan hingga menghasilkan rangkaian bunga Mayasari Indonesia.


Hasil rangkaian bunga yang tidak pernah lepas dari janur ini pernah dipamerkan di Kerajaan Monaco, Perancis, Filiphina, Jepang hingga Amerika Serikat. Agar lebih memasyarakat, rangkaian bunga tersebut akan dipamerkan di Hotel Mustokoweni Yogyakarta pada Minggu (29/11) mendatang.


Laretna menambahkan, sampai saat ini seni membuat kembar mayang dan cane masih eksis. Namun seni tersebut perlu terus dikembangkan bersama dengan pengembangan rangakaian bunga gaya Indonesia. "Jika terus dikembangkan, seni merangkai bunga semacam ini akan bisa menjadi daya tarik wisata seperti di Jepang," tuturnya.


http://regional.kompas.com

Sejarah Hukum

Sejarah Hukum adalah bidang studi tentang bagaimana hukum berkembang dan apa yang menyebabkan perubahannya. Sejarah hukum erat terkait dengan perkembangan peradaban dan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari sejarah sosial. Di antara sejumlah ahli hukum dan pakar sejarah tentang proses hukum, sejarah hukum dipandang sebagai catatan mengenai evolusi hukum dan penjelasan teknis tentang bagaimana hukum-hukum ini berkembang dengan pandangan tentang pemahaman yang lebih baik mengenai asal-usul dari berbagai konsep hukum. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian dari sejarah intelektual.

Para sejarawan abad ke-20 telah memandang sejarah hukum dalam cara yang lebih kontekstual, lebih sejalan dengan pemikiran para sejarawan sosial. Mereka meninjau lembaga-lembaga hukum sebagai sistem aturan, pelaku dan lambang yang kompleks, dan melihat unsur-unsur ini berinteraksi dengan masyarakat untuk mengubah, mengadaptasi, menolak atau memperkenalkan aspek-aspek tertentu dari masyarakat sipil.

Para sejarawan hukum seperti itu cenderung menganalisis sejarah kasus dari parameter penelitian ilmu sosial, dengan menggunakan metode-metode statistik, menganalisis perbedaan kelas antara pihak-pihak yang mengadukan kasusnya, mereka yang mengajukan permohonan, dan para pelaku lainnya dalam berbagai proses hukum. Dengan menganalisis hasil-hasil kasus, biaya transaksi, jumlah kasus-kasus yang diselesaikan, mereka telah memulai analisis terhadap lembaga-lembaga hukum, praktik-praktik, prosedur dan amaran-amarannya yang memberikan kita gambaran yang lebih kompleks tentang hukum dan masyarakat daripada yang dapat dicapai oleh studi tentang yurisprudensi, hukum dan aturan sipil.

id.wikipedia.org

Kamis, 03 Desember 2009

Tips Buka Service Handphone Untuk Pemula



Untuk Teknisi Service Handphone Level Pemula, Sebaiknya sbb:

1. Mengetahui dan paham dasar-dasar elektronika umum, diantaranya :

* Mengetahui jenis-jenis dan fungsi komponen elektronika

* Dapat membaca, mengerti, dan membuat Skematik Diagram Rangkaian Elektronika serta gambar bantu kerja

* Mengetahui teknik dasar pengukuran dan pengujian elektronika dan dapat mengunakan alat ukur dan alat uji elektronika


2. Mengetahui dan paham dasar-dasar Elektronika Telekomunikasi Selular dan Telepon Selular (GSM & CDMA) dalam service handphone, diantaranya :
* Mengetahui dan mengerti Proses & Teknologi Telekomunikasi Selular
* Mengetahui dan mengerti bagian-bagian utama dan sistem kerja dasar ponsel
* Dapat membaca & mengerti Mobile Phone Schematics & Technical Manual

3. Mengetahui dan paham teknik reparasi service handphone, diantaranya :
* Mengetahui dan paham sistem & jenis teknologi ponsel
* Mengetahui dan paham teknik dasar pemeriksaan, pengukuran, dan pengujian service handphone
* Mengetahui dan paham teknik-teknik service handphone bongkar pasang ponsel maupun bongkar pasang komponen-komponen ponsel 4. Mengetahui dan paham dasar-dasar Ilmu Komputer, diantaranya :
* Mengetahui dan paham bagian-bagian perangkat keras komputer
* Mengetahui dan paham Instalasi Sistem Operasi Komputer
* Mengetahui dan paham instalasi Aplikasi komputer (khususnya yang berhubungan dengan aplikasi reparasi dan service handphone)

5. Dapat berbahasa Inggris (reading & vocabulary)

6. Mengetahui dan paham Internet


forum.djawir.com

Peralatan Penting Menjadi Teknisi HP



Untuk menjadi Teknisi HP, sebaiknya sbb :

1. Mengetahui berbagai macam type ponsel
2. Bisa bongkar ponsel
3. Bisa menggunakan peralatan reparasi ponsel
4. Bisa membaca gambar bantu kerja reparasi (sering disebut trick Jumper)
5. Mengetahui teknik reparasi ponsel (teknisi HP)
6. Bisa menggunakan komputer

Kebutuhan peralatan kerja/usaha minimal untuk menjadi Teknis HP:

1. Obeng Set
2. Tang
3. Pinset
4. Solder Wire Set ( Solder, dudukan, timah)
5. Hot Air
6. BGA Tool Full Set (flux, cable jumper, solder wick, mini exshaust fan, cetakan BGA, dll, dsb ...)
7. Magnifier Lamp Standart
8. Power Supply Unit
9. Multimeter
10. Ultrasonic Cleaner
11. Kuas, sikat, thinner dan kebutuhan bersih-bersih lainnya
12. Komputer Pentium IV
13. UFS3&HWK Tool Box Set (Box, Cable Flash, Software, Firmware, Driver)
14. Document Database : Skematik ponsel dan gambar bantu kerja
15. Software-software Reparasi Ponsel : cable finder, UFS Direct Com, dll, dsb
16. Spare-Part Stock (silahkan disesuaikan dengan kondisi usaha dan jasa teknis Hp nya)
17. Modem & Internet connection (optional)

Untuk jumlah rupiahnya berapa, silahkan lakukan survey ke toko-toko peralatan service menjadi teknis HP (dari internet lebih mudah)

Selanjutnya ingat :

Pengalaman adalah guru yang paling baik !

forum.djawir.com

Kiat Agar Buku Tersimpan dengan Baik

Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus.

Banyak kotak kardus mengandung asam (acid). Asam dari kotak kardus itu bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku kita bisa berubah warna jadi kekuning-kuningan. Sayang kan? Lebih baik, siapkan rak buku yang ukurannya cukup untuk menyimpan koleksi buku-buku kita.


Supaya tetap gampang dilihat, sebaiknya pintu penutuprak buku terbuat dari kaca. Cuma, buku-buku itu jangan sampai terkurung rapat tanpa sirkulasi udara. Buku-buku kita akan mudah lumutan jika disimpan tertutup tanpa sirkulasi udara.


Kalau rak buku itu terbuat dari kayu, pastikan bahwa rak itu cukup kokoh agar cukup tahan menanggung bobot buku-buku yang berat untuk jangka waktu yang lama. Dan pastikan juga bahwa kayunya diberi lapisan. Kayu yang tidak berlapis bisa mengeluarkan uap asam yang membahayakan.


Level paling bawah rak buku juga harus berjarak beberapa senti meter di atas lantai agar terhindar dari genangan air kalau terjadi banjir kecil.


Rak buku sebaiknya tidak langsung menempel ke dinding yang bersebelahan dengan bagian luar rumah. Kasih jarak beberapa senti meter antara rak dengan dinding agar tidak terganggu oleh suhu dan kelembaban ruangan luar yang bisa berubah-ubah dengan cepat.


Letakkan rak buku di tempat yang terhindar dari sorotan langsung sinar matahari, atau cahaya lampu lainnya. Terutama cahaya yang mengandung ultra violet (UV). Buku akan cepat rusak kalau terlalu sering terkena UV: warna buku bisa jadi pudar. Buku lebih menyukai cahaya yang redup, dan bahkan gelap.


Ruang tempat menyimpan buku juga sebaiknya tidak terlalu lembab dan tidak terlalu panas. Suhu dan kelembaban yang terlalu tinggi bisa memunculkan reaksi asam yang akan membuat kertas menjadi busuk. Kelembaban di bawah 40% bisa membuat kertas menjadi kering dan rapuh. Sedangkan kelembaban di atas 60% bisa membuat kertas menjadi lembek dan menimbulkan pembusukan asam.


Suhu sekitar 68 derajat F dan kelembaban sekitar 50% sering dianggap lingkungan yang ideal buat buku. Yang tak kalah penting, hindari suhu dan kelembaban yang naik turun cukup tinggi (fluktuatif), yang juga bisa menjadi penyebab kerusakan buku. Itu sebabnya, seringkali disarankan agar buku disimpan dalam ruangan ber-AC agar bisa mengendalikan suhu dan kelembabannya.


Rawatlah ruang tempat penyimpanan buku dengan baik. Sebaiknya jauhkan buku dari makanan. Pertimbangkanlah juga untuk menjauhkan tanaman dari rak buku. Ingat, buku mengandung zat organik yang menarik serangga dan binatang pengerat. Akan repot urusannya kalau -selain mampir ke makanan atau tanaman- serangga-serangga itu juga ikut menyantap kerta-kertas buku kita.


Letakan buku di rak dalam posisi berdiri. Buku memang dirancang untuk diletakan dalam posisi berdiri. Jangan pernah meletakan buku dengan posisi punggungnya menghadap atas. Dengan posisi begitu, tekanan gravitasi akan membuat kerapatan
jilid buku menjadi kendor; ujung-ujungnya, kertas-kertas buku bisa lepas dari jilidnya. Memang kita bisa menggunakan mesin jilid tapi lebih baik merawatnya.

Salah satu kebiasaan buruk yang sering kita lakukan adalah menumpuk buku di atas buku-buku lain. Kelihatannya praktis dan baik-baik saja. Tapi, sebetulnya, kebiasaan itu bisa merusak buku kita. Beban buku yang berada di atas akan menekan buku di bawahnya sehingga
jilid buku mudah lepas. Kalau begitu bisa juga menggunakan mesin jilid untuk membenarkannya.

Selain ditata berdasarkan topiknya, koleksi buku kita juga sebaiknya ditata berdasarkan ukurannya. Kelompokan buku-buku kita berdasarkan tingginya. Jika ada buku pendek diapit oleh buku yang lebih tinggi, maka buku-buku yang lebih tinggi itu akan cepat rusak. Terlebih kalau deretan buku itu cukup padat dan ketat, buku yang lebih tinggi akan bengkok-bengkok punggungnya.


Kalau jumlah koleksi buku kita belum bisa memadati rak buku, gunakan pengapit buku (bookend). Buku yang dijejer terlalu longgar di rak buku, akan mudah roboh dan rusak. Pilihlah bookend yang tipis supaya bisa menyelip dengan mudah di bawah buku.


http://pustaka-hanan.blogspot.com

Rabu, 02 Desember 2009

Pembantu Mudik? Siapa Takut?





Cucian menumpuk, harus bangun pagi, beres-beres rumah, masak, dan sebagainya. Duh, repotnya kalau pembantu mudik. Menurut psikolog zainoel b.biran, psi., fenomena mudik, terutama bagi para pembantu rumah tangga (prt), adalah sesuatu yang wajar.
"dilihat dari sudut orang yang setiap hari kerja, mereka tentu perlu istirahat juga," terang zainoel. Dengan kata lain, prt sama halnya pekerja profesional lain yang juga perlu cuti lebaran atau hari-hari raya lainnya, nah solusinya di penyalur pembantu rumah tangga.
Apalagi, pulang kampung atau mudik punya arti penting bagi mereka, solusi tepat di penyalur baby sitter. "bisa bertemu sanak keluarga atau berziarah ke makam leluhur," ujar zainoel. Juga, jadi ajang bagi mereka untuk menunjukkan keberhasilan selama merantau. "kalau bisa, mereka pasti juga akan bagi-bagi rezeki pada keluarga di kampung halaman," ujar dosen fakultas psikologi ui ini.
Jika prt pulang saat puasa, sebetulnya tak terlalu masalah solusi di penyalur baby sitter. "yang susah, kalau pulang pas lebaran. Banyak, kan, kegiatan di hari besar itu. Nah, kalau semua pergi, siapa yang menunggu rumah?"
Tapi jangan buru-buru putus asa. Masih ada banyak cara menyiasatinya. Berikut sejumlah tips dari zainoel.

Bagi tugas

a. Ubah kebiasan buruk.
Contoh kecil, membiasakan diri menaruh piring bekas pakai ke tempat cuci piring. Lalu, sisa makanan dimasukkan ke dalam kantong plastik, tanpa menunggu anggota keluarga lain membersih.

B. Jika punya anak.
Ini agak repot. "ritual" mencuci, misalnya, tumpuk saja dulu. Akhir pekan, bisa mencuci bersama. Tak jarang, acara ini justru membuat hubungan semakin mesra.

C. Organisir kegiatan di rumah.
Misalnya, memasak makanan yang bisa tahan beberapa hari. Kalau perlu, jasa katering bisa jadi alternatif.

D. Libatkan seluruh anggota keluarga.
Yang jelas perlu kerja sama. Biasanya, masalah akan muncul kalau suami merasa harus diladeni atau sebaliknya, carilah solusinya di penyalur pembantu rumah tangga. Kerjasama ini tentu harus didukung semua anggota keluarga. Mulai dari ibu, bapak, sekaligus anak-anaknya. Intinya, rumah yang tadinya kotor jadi bersih. Misalnya, suami memasak, istri yang bertugas memanaskan makanan, dan anak yang menyiapkan di meja. Lakukan hal ini secara bergantian, solusinya di penyalur pembantu rumah tangga.
Anggapan istri lebih bertanggungjawab terhadap kebersihan rumah, tidak tepat. Suami dan anak-anak harus berlapang dada, pekerjaan rumah apa pun bisa jadi tugas mereka karena keluarga adalah sebuah tim.

E. Yang tak kalah penting, jaga agar tak ada anggota keluarga yang iri lantaran pembagian tugas yang tak merata. Jauh hari, beri tahu tentang tugas masing-masing. Jika langkah ini tak berhasil, terapkan sistem giliran.



Http://tabloidnova.com