Minggu, 10 Januari 2010

Tips Membaca Bahasa Jerman



Cara membaca Bahasa Jerman sama dengan bahasa Indonesia. Yang membedakan adalah sbb:

bentuk umlaut (ä,ü dan ö):

(ä dibaca e seperti pada kata bebek)
->contoh: (Anak perempuan) Mädchen dibaca Medchen
(ü dibaca u tapi mulut sedikit dimonyongkan)
->contoh: (Pulpen) Füller dibaca Fuuller
(ö dibaca eu seperti pada kata peuyeum)
->contoh: (Mendengar) Hören dibaca Heuren

bentuk lain:

->eu dibaca oi contoh: (mata uang) Euro dibaca Oiro
->ei dibaca ai contoh: (Polisi) Polizei dibaca Policsai
->z dibaca seperti c dan s contoh: (Kereta Api) Zug dibaca Csug
->j dibaca y contoh: (anak kecil cowok) Junge dibaca Yunge

Sangat mudah membaca lafal kata dalam Bahasa Jerman, karena kebanyakan lafalnya mirip dengan bahasa Indonesia. Asal tertib memakai aturan2 di atas, kita sudah bisa sukses bicara dengan lafal yang benar. Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, lafal bahasa Jerman lebih bersahabat.

tina.blogsome.com

Selasa, 05 Januari 2010

Christina Aguilera Dan Babysitter


Christina aguilera memilih mengasuh buah hatinya, max seorang diri daripada diasuh baby sitter (pengasuh bayi). Namun, ada saat tertentu dia menyewa jasa babysitter. Yaitu, saat akan berhubungan seks dengan suami.

Pelantun dirty itu menegaskan bahwa mengurus anak adalah prioritas utama bagi dia dan suaminya, jordan bratman. Tapi, mereka tetap membutuhkan waktu khusus untuk berdua.

"kami tetap meluangkan waktu untuk berdua di malam hari, tanpa menelantarkan anak kami. Saat kami yakin dia berada di tangan pengasuh / baby sitter yang tepat, barulah kami pergi berdua. Pulangnya, kami akan melakukan hal seru berdua dan pastinya aku tidak akan memberi tahu apa itu," ujar christina seperti dilansir femalefirst, selasa (1/7/2008).

Christina menambahkan, sejak menjadi ibu dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan barunya yaitu telanjang di hari minggu dengan suaminya.

"menanggalkan semua pakaian, merupakan hal penting bagi jordan dan aku. Ini seperti tidak ada lagi yang kami sembunyikan," tandasnya.


Http://celebrity.okezone.com/

Tips Mencari Baby Sitter Dan Pembantu Rumah Tangga



Paska lebaran seperti ini banyak rumah tangga mulai menyadari betapa pentingnya peranan pembantu rumah tangga dan baby sitter. Paska lebaran ini pula banyak rumah tangga dihantui ketakutan bahwa prt yang selama ini membantu dirumah tidak lagi kembali bekerja. Mencari prt itu gampang-gampang susah kata banyak orang, tapi faktanya, justru sehabis lebaran inilah puncak supply jasa jenis ini.

Dimana mencarinya?
Saya lebih sering menggunakan rekomendasi penyalur baby sitter dan penyalur pembantu rumah tangga, entah dari teman, kerabat ataupun orang tua. Pengalaman saya, rekomendasi orang tua (atau orang yang lebih dituakan) paling efektif. Pernah suatu kali prt rekomendasi teman hanya bertahan 2 hari dirumah. Tradisi rekomendasi orang tua ini juga sudah digunakan oleh generasi bapak saya dalam mencari prt.

Bagaimana sistem penggajiannya?
Relatif sederhana, sudah ada standar gaji yang cukup fair. Baik terbentuk oleh perda (peraturan daerah) ataupun standar dengan tetangga-tetangga yang lain. Sama seperti mempertahankan karyawan pasti dengan sendirinya ada benefit kesehatan, transportasi, subsidi pendidikan anak dan juga bantuan untuk orang tua. Aturan paling gampang cek tetangga sebelah.

Baby sitter atau pembantu?
Saya baru tahu bahwa baby sitter itu pekerjaan terlatih sama halnya seperti kapster di salon ataupun supir. Sudah ada sertifikasi, sistem pendidikan dan pelatihan yang jelas.

Informasi penyalur baby sitter?
Ada yang tahu? Cerita seorang teman malah harus berhati-hati karena cukup banyak penyalur baby sitter dan penyalur pembantu rumah tangga yang diblack list



priandoyo.wordpress.com

6 Tips Menyusui




Rajin berlatih
, sampai anda dan bayi merasa nyaman dan percaya diri menyusui di tempat umum, sebaiknya gunakan baju menyusui. Bila perlu, berlatihlah menyusui bayi sambil berjalan berkeliling. Anda bisa berlatih di rumah.

Menyusui dengan 'rapi'. Sedapat mungkin anda tidak menarik perhatian orang saat menyusui bayi. Berlatihlah di depan cermin agar anda dapat melihat apa yang orang lain lihat saat anda menyusui.
Anda juga dapat menggunakan selimut, namun kontak mata dengan bayi saat menyusui perlu dijaga.

Kenakan busana yang tepat
. Gunakan pakaian yang tepat untuk menyusui, yaitu atasan dan bawahan seperti
baju menyusui. Lebih baik lagi bila baju atasan yang anda kenakan adalah baju menyusui. Berlatihlah menyusui dengan aneka model baju, sehingga anda akan menemukan model baju yang anda rasa paling nyaman dan tepat untuk menyusui di tempat umum.

Segera menyusui saat bayi lapar
. Saat berada di tempat umum, waspadalah dengan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh bayi saat ia merasa lapar. Jangan ditunda menyusuinya sampai bayi menangis keras.

Temukan tempat yang baik
. Bila anda berada di tempat ramai dan tidak punya ruang laktasi, cobalah untuk duduk. Bila mungkin, pilihlah tempat yang dapat memberi sedikit privasi. Namun sebisa mungkin hindari menyusui di toilet, karena membuat ibu dan bayi tidak nyaman.

Lakukan dengan wajar. Bila anda tidak berhasil mendapatkan tempat yang baik, tundukkan badan anda saat membuka baju dan menempelkan mulut bayi ke dada anda. Setelah bayi mulai menyusu, rapikan baju anda, lalu tegakkan kembali badan anda. Lakukanlah ini dengan wajar.

Anda tidak perlu merasa gugup atau tidak nyaman menyusui bayi di tempat umum. Menyusui bayi adalah hal yang benar dan alami. Bila seseorang memperhatikan anda, balaslah pandangannya sambil tersenyum, sehingga mereka mengalihkan pandangan dari anda.
Bagaimana pengalaman anda menyusui di tempat umum?



www.ayahbunda.co.id

Si Imut Balmut



Di zaman serba praktis ini, bantal pun tak mau ketinggalan. Kini, bantal bisa dimodifikasi menjadi selimut alias bamut (bantal selimut). Anda pun bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Ingin tahu caranya, ikuti langkah-langkah berikut!

astrid isnawati

bahan
1. Kain:
a. Ukuran kecil (120 x 220): 2,5 meter
b. Ukuran sedang (150 x 220): 3,1 meter
c. Ukuran besar (200 x 240): 4,4 meter
2. Silikon, disesuaikan dengan ukuran bamut yang akan dibuat
3. Ritsleting
a. Ukuran kecil: 1,24 meter
b. Ukuran sedang: 1,55 meter
c. Ukuran besar: 1,74 meter

alat
1. Mesin jahit
2. Gunting
3. Benang
4. Kapur jahit
5. Meteran

cara membuat:

1. Potonglah kain
bantal selimut sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Contohnya, jika ingin membuat bamut ukuran sedang, potong kain dengan ukuran 150 x 220 cm.)
2. Sisakan ukuran 150 x 20 cm dari kain yang telah dipotong tadi, sebanyak dua lembar. Gunanya untuk membuat rumbai-rumbai dan pegangan pada bamut.
3. Potong silikon sesuai lebar bamut yang akan dibuat. Misalnya, untuk membuat bamut berukuran sedang, potong silikon sepanjang 150 x 220 cm.
4. Bagian belakang kain
selimut dan silikon lalu dijahit bersamaan pinggirannya. Lakukan hal yang sama pada dua lembar kain yang disisakan tadi, untuk pegangan bamut.
5. Setelah selesai, hasil jahitan tadi digambar pola sesuai selera dengan menggunakan kapur. Gunakan papan triplek atau penggaris kayu agar pola jahitan lebih rapih. Pola paling sederhana adalah sisik ikan, seperti yang sering ditemui pada kebanyakan bed cover.
6. Kemudian kain dijahit sesuai dengan pola yang dibuat. Lalu pasang rumbai-rumbai dan pegangannya.
7. Untuk bamut ukuran sedang, patokan memasang pegangannya adalah tepat di tengah bagian kain yang sudah terpola.
8. Terakhir, pasang ritsleting di semua sisi bamut.

tips:
• jika ingin membuat three in one (bantal, selimut, atau sleeping bag), bahan yang dibutuhkan adalah kain ukuran besar. Untuk bamut, bisa dipilih antara kain ukuran kecil dan ukuran sedang



Source : http://tabloidnova.com

Hiring A Baby Sitter Tips





Once you have a list of possible babysitters, you can begin the screening process:
Check references carefully. Contact previous employers, teachers, neighbors, and relatives and ask them about the candidate’s qualifications as a baby sitter.
Interview potential sitters. Look for candidates that are responsible, honest, patient, positive, competent and caring. Here are some questions you may want to ask:

• how long have you been baby sitting?
• what age groups have you worked with?
• do you know cardiopulmonary resuscitation (cpr) and the heimlich maneuver?
• have you taken any baby sitting training or first aid courses?
• what days and hours are you available to sit?

Also remember to ask the candidate how he or she would handle a difficult situation, an emergency, an illness, or poor behavior from your child (look for ideas that are positive and helpful), and allow the candidate time to ask you questions.


Observe sitters.
You want a sitter with whom you and your children will be comfortable. You should observe their interactions with you and your children. Here are some tips:

• choose a sitter with whom you can relate — someone who shares your ideas about taking care of children and with whom you can be frank.
• choose a sitter who loves children and relates well to them. The baby sitter should:
° give children plenty of attention and enjoy playing with them
° use a gentle tone of voice
° smile and laugh with children
° use positive ways to help children behave (not hitting, slapping, shouting at or scaring them)
° keep the child comfortable and clean


Consider the age of the potential sitter.
In terms of the baby-sitter’s age, here are some things to consider:

• what is the age of the child or the ages of the children for which the sitter will be responsible? In general, the younger the child, the older the sitter should be. For example, you probably wouldn’t want a 12- or 13-year-old taking care of a child under age three.
• how long will the sitter need to watch your children? If an overnight stay is required, the sitter should be older.
• many capable baby-sitters are preteens or young teens. However, if your sitter is under the age of 16 and something happens to your children while you are away, you are legally responsible

Http://www.parentingtoddlers.com

Senin, 04 Januari 2010

Memilih Baby Sitter Muda



Memilih baby sitter yang tepat bukanlah perkara gampang. Satu hal yang paling penting adalah perlu ada kecocokan antara anak dan babysitter-nya karena hal itu akan memudahkan bagi keduanya. Anak akan mudah diasuh, babysitter akan mudah mengasuh.

Mungkin Anda tidak akan menemukan baby sitter ideal dari yayasan penyalur. Tapi, sebagai panduan untuk mendapat babysitter yang baik, ada baiknya Anda memahami poin-poin yang menjadi persyaratan berikut ini:

* Rapi dan Bersih
Penampilannya mencerminkan kepribadiannya. Kebersihan dan kerapian pertama kali bisa dinilai dari penampilannya, misalnya berpakaian rapi, berkuku bersih, rambut tersisir, kulit bersih, dan sebagainya. Sekaligus ia pun bersih dan rapi dalam hal perawatan anak. Misalnya, selalu membersihkan alat kelamin si kecil setelah ngompol dan kemudian tak pernah lupa membasuh tangannya. Ingat, lo, terutama bayi, masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

* Sehat
Kesehatan baby sitter sangat penting , baik fisik maupun mental. Lagipula dengan babysitter sehat, anak terhindar tertular penyakit. Jangan segan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dari calon babysitter. Mahal sedikit tak apa, demi anak Anda.

* Ceria
Pembawaan baby sitter yang ceria akan berdampak pada si kecil. Lebih bagus lagi jika ia memiliki rasa humor, sehingga bisa memberi suasana gembira pada anak.

* Sabar
Kesabaran adalah salah satu modal utama dalam pengasuhan anak. Sabar di sini tidak diartikan sebagai tidak boleh marah. Seorang baby sitter boleh saja marah. Caranya, memberitahu atau menegur anak bila melakukan kenakalan.

* Jujur
Kejujuran juga modal utama dalam segala hal. Bayangkanlah, apa jadinya jika Anda punya baby sitter suka berbohong? Salah-salah, anak Anda dikatakan sudah makan saat ditinggal pergi oleh Anda. Padahal, tak sesendok nasi pun masuk ke mulutnya. Atau ia mengatakan sudah meminumkan
obat, padahal obatnya dimuntahkan si kecil.

* Punya Pengetahuan Dasar
Babysitter wajib mengetahui gejala-gejala penyakit yang pada umumnya diderita anak, dan mampu mengatasinya pada gejala awal.
Ia pun perlu tahu pencegahan suatu penyakit. Misalnya, selalu mensterilkan peralatan minum dan makan anak. Juga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bermain si anak. Misalnya menjauhkan benda-benda tajam jauh dari jangkauan anak.



http://rinimaniez.blogspot.com