Tampilkan postingan dengan label musik klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik klasik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2009

Musik Melatih Konsentrasi Anak Anda



Musik dapat melatih anak untuk lebih fokus dan konsentrasi. Salah satu cara mengajarkan musik dilakukan dengan metode hand bell. Cara ini mengajarkan anak harmonisasi warna dan nada karena mereka harus memilih satu gambar yang sesuai dengan nada yang ditentukan.

Anak-anak diharuskan belajar alat musik perkusi/Kursus Musik seperti tamborin. Durasinya tidak lama, cukup 30 menit dalam sepekan untuk anak kelompok bermain dan 40-45 menit untuk usia TK. ”Namanya anak TK, mereka baru dalam tahap pengenalan. Mereka belajar mengikuti irama. Daya konsentrasinya masih belum total,” ungkap Sisca.

Anak ada yang mudah menangkap, ada juga yang lebih lambat. Akan tetapi, bermusik sedari kecil dapat meningkatkan nilai musikalitas anak, ini yang ***ngkapkan Sisca.

Ada satu hal yang membuat Sisca terkesan dengan anak-anak didiknya. Ketika Sisca memanggil mereka tampil dalam beberapa kelompok, mereka saling memberi semangat. Menurut Sisca, ini menjadi cara yang sangat baik bagi anak-anak untuk saling menghargai.

Anak yang memiliki talenta musik, atau paling tidak yang sering mendengarkan lagu di rumah, akan terlihat. Pengenalan potensi ini dapat membantu untuk mengetahui dan mengembangkan titik-titik yang perlu dikembangkan dari anak. Anak tersebut biasanya langsung bisa dicirikan sebab kemampuan mereka untuk mengikuti irama berbeda dengan yang tidak mendengarkan musik/Les Musik.

Semakin banyak orang tua yang menyadari bahwa belajar/Kursus Musik dan bermain musik adalah salah satu cara mengembangkan dan menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Sisca menyatakan setuju dengan hal ini. ”Saya merasa itu benar, saya perhatikan anak yang belajar ikut Kursus Musik, mereka rata-rata memiliki nilai yang baik dalam mata pelajaran yang lain. Jarang ada anak yang musiknya bagus, peringkatnya kurang bagus,” ungkap sisca.

Dengan ikut kursus musik juga, anak belajar movement, mereka belajar mengikuti gerak. Ini meningkatkan kepekaan sensorik anak dan dengan kepekaan tersebut kemampuan anak dalam memperkirakan terhadap ruang, arah, dan waktu bisa terbangun.

Dengan kombinasi gerakan yang mengikuti, musik dapat merangsang kesadaran anak terhadap tempo dari ketukan-ketukan nada. Gerakan tersebut membuat mereka juga belajar singkronisasi ritme dan urutan-urutan gerakan.

Para orang tua yang tidak menyukai musik klasik tidak perlu kuatir. Musik yang bermanfaat bagi anak bukan hanya musik klasik. Jenis musik yang ritmenya seperti detakan jantung ini memang lebih memungkinkan untuk mengembangkan otak, jiwa, serta pembentukan karakter. Namun, untuk memperkenalkan musik, membentuk karakter anak yang tekun untuk belajar, bisa dilakukan dengan jenis musik lain seperti pop, jazz, atau yang lebih easy listening, dan usahakan yang alunannya cenderung tenang.

Sumber: koran-jakarta.com

Selasa, 24 November 2009

Musik Klasik Perkuat Daya Ingat Si Kecil



Anda patut bersyukur jika selama ini menjadi orang tua yang bisa memberikan pendidikan musik kepada si kecil. Sebuah studi di kanada membuktikan bahwa anak kecil yang belajar musik memiliki daya ingat lebih baik dibanding sebayanya yang tidak mengikuti les atau
kursus musik dan kursus anak.
Studi kursus musik dan kursus anak yang dipublikasikan melalui secara online pada jurnal brain, rabu (20/09/06), menunjukkan setelah setahun belajar musik, seorang anak akan meraih nilai lebih baik dalam tes daya ingat dibanding sesamanya yang tidak belajar musik.
"studi / kursus musik anak ini adalah yang pertama kali menunjukkan bahwa setelah satu tahun belajar musik, otak anak kecil berkembang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak belajar musik," kata laurel trainor, profesor psikologi, ilmu syaraf dan perilaku dari mcmaster university, hamilton, ontario.
Selama setahun, para peneliti melakukan empat kali pengukuran terhadap dua kelompok anak yang berusia empat hingga enam tahun.
Perbedaan perkembangan antara anak yang mengikuti kursus musik dan yang tidak mengikuti ekstrakurikuler musik / kursus musik anak, mulai terlihat pada bulan keempat.
Kedua kelompok menjalani tes musik di mana mereka diminta membedakan antara harmoni, irama dan melodi. Mereka juga menjalani tes daya ingat di mana mereka diminta mendengar angka-angka, mengingatnya lalu mengulang angka tersebut.
Trainor mengatakan, studi-studi sebelumnya telah menyatakan, anak yang belajar musik memiliki kemajuan iq lebih baik dibanding rekannya yang belajar drama.
Studi yang dilakukan trainor adalah yang pertama kali mengidentifikasi efek serupa berdasarkan pengukuran otak pada anak kecil.
Dia mengaku tidak heran jika belajar / kursus musik akan meningkatkan kemampuan mendengar musik."tapi yang sangat menarik, anak yang belajar / kursus musik ternyata juga punya perkembangan daya ingat yang lebih baik termasuk di bidang non-musik seperti kemampuan membaca, kemampuan verbal, matematika dan iq," kata trainor yang mempimpin studi itu. (ant/rtr)




Http://www.kapanlagi.com

Selasa, 15 September 2009

Terapi Kesehatan Jasmani





Apa hubungannya musik dengan kesehatan? Belakangan ini musik bukan hanya sebagai pengiring belaka dalam film, iklan, sinetron, atau dalam keseharian kita dalam menjalani aktfitas.

Namun, sejalan dengan waktu musik mempunyai banyak manfaat bukan sekedar soundtrack dalam kehidupan saja atau hanya keluar masuk di playlist ipod/mp3 anda. Musik bisa juga dijadikan pengobatan atau music for healing yang mulai banyak digunakan khususnya untuk terapi.
Rumah sakit di luar negeri sudah mulai menggunakan musik untuk terapi kesehatan, hasilnya banyak penyakit dan gangguan psikis yang bisa di atasi. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari califonia state univeristy in fresno, penderita migraine mengalami penurunan sakit kepala setelah mengikuti terapi musik.
Cara memilih musik untuk pengobatan
Pilihlah musik yang sesuai bukan hanya yang kita sukai, biasanya kita memilih musik berdasarkan suasana hati misalnya, ketika sedang marah kita malah mendengarkan musik keras/garang, seharusnya pilih musik yang menenangkan jiwa.
Biasakan mendengar musik melalui pengeras suara, bukan perangkat hand phone(obat anak). Agar tubuh kita bisa merasakan alunan musik yang ada. Siapkan diri kita untuk mendengarkan musik, dengarkan musik secara keseluruhan dan usahakan se relax mungkin tanpa perlu direpotkan dengan hal lain.
Jadikan musik sebagai menu utama, bukan sampingan. Karena yang ada musik hanya dijadikan sebagai latarbelakang, cobalah untuk fokus ketika kita mendengarkan musik dan niscaya akan merasakan manfaatnya.
Respon adalah bagian terpenting dari mendengarkan musik. Melalui respon kita akan merasakan emosi dan sel otak bisa lebih baik. Jauhkan rasa terpaksa ketika ingin mendengarkan musik, jadikan juga musik sebagai cara kita untuk mendapatkan inspirasi dari rasa tenang dan nyaman. Jangan mendengarkan musik apabila aktivitas kita tidak berhubungan dengan musik.
Dengarkanlah musik secara aktif, perlahan dan pasti musik akan menyentuh bagian hati atau paru yang terdalam dan rasakan kebebasannya. Jangan lupa hubungankan jiwa dan raga kita karena secara tidak langsung musik juga bermanfaat untuk mengatasi sakit di tubuh. Tidak ada salahnya untuk dicobakan, selain musik itu menyenangkan juga sudah terbukti mampu menyembuhkan penyakit atau paling ngga mencegah penyakit itu datang.

Dukung kampanye
stop dreaming start action


http://www.inilah.com